Rabu, 22 April 2015

24 Protokolat Zionis

PROTOKOL ZIONIS - MENGUASAI DUNIA DENGAN SEGALA CARA PROTOKOL ZIONIS - MENGUASAI DUNIA DENGAN SEGALA CARA Berbagai peristiwa pembunuhan, perang, dan kekejaman tidak bisa dilepaskan dari peran zionis Israel. Karena memang dalam pandangan hi¬dup mereka semua cara harus dilakukan untuk kejayaan kaum Yahudi. Peristiwa luluh lantaknya menara WTC 11 September 2001, misalnya, masih diselimuti misteri sampai sekarang. Menga¬pa orang Yahudi yang berkantor di sana ti¬dak ada yang menjadi korban, padahal jum¬lah mereka tidak sedikit? Siapakah pe¬laku sebenarnya? Benarkah itu terkait de¬ngan Al-Qaeda? Adakah hal tersebut me¬rupakan strategi kaum zionis untuk mem¬fit¬nah musuh abadi mereka, kaum muslimin? Melakukan perbuatan apa saja, itu sudah menjadi kewajiban mereka, ka¬rena diatur di dalam protokolat zionis, se¬macam kitab suci kaum Yahudi, yang di¬implementasikan oleh semua warga Ya¬hudi sampai sekarang secara konsisten. Fakta lain misalnya dengan wa¬fatnya pemimpin PLO, Yaser Arafat, yang ditemukan zat radio aktif polonium secara signifikan di pakaiannya, menim¬bulkan dugaan bahwa Arafat wafat di¬bunuh memakai racun berbahaya ter¬sebut. Pembunuhan dengan halus yang sulit dilacak sehingga seolah-olah ke¬matian yang wajar adalah salah satu keahlian agen-agen dinas rahasia Israel, Mossad. Sudah tidak terhitung korban yang dibunuh oleh agen rahasia zionis ter¬sebut. Dan menurut mereka hal itu ada¬lah wajar, karena yang dibunuh ad¬alah mereka yang menjadi penghalang tujuan-tujuan Israel. Sumber utamanya adalah protokolat zionis, yang merupakan panduan untuk seluruh warga Yahudi agar melakukan apa saja demi kejayaan Israel Raya. Dalam buku Dahsyatnya Lobi-lobi Gila Internasional Israel, pengarang Dewi Mustofiah, penerbit IRCiSoD, kami kutip¬kan pro¬tokolat 24 pasal tersebut. Dokumen protocols of Zion sudah lama menjadi kitab suci zionisme inter¬nasional, dan selama ini dipahami se¬bagai sumber inspirasi kaum Yahudi un¬tuk menata dunia sesuai dengan keingin¬an mereka, yaitu dunia yang pada akhir¬nya hanya beragama satu, yaitu agama Yahudi. Inti ajaran agama ini adalah ma¬terialisme, pemujaan kepada harta. Protokolat ini pertama kalinya dibuat tahun 1895 di Basel, Swiss, oleh pe¬mimpin zionis saat itu, Theodore Herzl. Dokumen itu berisi 24 pasal. Ketika di¬gelar konferensi internasional Yahudi pertama di kota Basel tahun 1897, pro¬tokolat itu disepakati secara mendetail dan direalisasikan dengan sistematis dan konsisten sampai sekarang. Protokolat ini benar-benar menyata¬kan keseriusan Yahudi dalam rencana penghancuran dunia dan segala yang di¬lakukan Yahudi untuk mencapai rencana mereka. Dampaknya bisa dilihat saat ini di dunia Arab. Kaum Nasrani telah bisa dikuasai oleh Yahudi, tinggal kekuatan Islam yang masih menjadi ancaman serius bagi Yahudi.

Protokolat ke-1
Semboyan kita ingin mencapai tu¬juan dengan kekuatan militer, kecang¬gih¬an teknologi perang, dan memasya¬rakatkan hidup bersenang-senang me¬ngejar popularitas. Pandangan hidup kita hanya mampu menindas terlebih dahulu, kemudian bertanggung jawab atas suatu persoalan atau berbuat jahat dan mema¬sang jerat halus demi kepentingan kita. Kita pembuka jalan falsafah kemer¬de¬kaan, persamaan, dan persaudaraan yang menjadi topik aktual sepanjang masa. Mereka yang menjunjung falsafah itu sebenarnya belum berpikir secara ma¬tang dan dewasa. Falsafah itu se¬benarnya tidak bernilai, dan banyak masyarakat awam yang terkecoh serta tidak menyadari bahwa pengertian fal¬safah itu sebenarnya masih rancu dan diliputi kegelapan. Kata-kata itu telah diulang berkali-kali dan mereka tertarik dengannya padahal te¬lah menghancurkan kemakmuran du¬nia dan kebebasan perorangan yang se¬sungguhnya. Orang-orang non-Yahudi yang dianggap sebagai orang pandai dan berpikiran cerdas tidak memahami simbolisme yang terkandung dalam kata-kata yang diucapkannya itu, demi¬kian pula mereka tidak melihat perten¬tangan yang terkandung di dalamnya. Bahkan mereka tidak menyadari bahwa di alam bebas pun tidak terdapat arti kata persamaan dalam bentuk apa pun juga.

Protokolat ke-2 
 Kita harus berusaha sekuat tenaga agar pertempuran yang terjadi antara dua negara tidak menjalar ke negara lain. Sehingga peperangan itu masih bisa dikendalikan sehingga pihak kita dapat menguasai. Di samping itu pihak yang bertempur selalu membutuhkan bantuan dari kita. Kita harus mengangkat orang yang tidak berpengalaman luas dalam pemerintah agar mudah diatur untuk diarahkan ke tujuan tertentu. Kita membutuhkan opini publik melalui surat-surat kabar untuk orang non-Yahudi. Ideologi kita kini telah berhasil de¬ngan gemilang. Kemenangan ideologi kita melalui otak Darwin, Karl Marx, Adam Smith, dan Nietzsche. Pandangan dan pikiran mereka mampu menggo¬yah¬kan ketenangan masyarakat dunia. Bagi orang yang tidak menjalankan ajaran agama, ideologi semacam itu mudah diterima. Surat kabar sebagai sen¬jata utama kini sudah berada di ta¬ngan kita, walaupun demikian kita harus bergerak secara diam-diam

 Protokolat ke-3 
Kini beban kita tinggal menerobos terowongan yang pendek, setelah itu dae¬rah yang dikuasai Freemasonry, ge¬rakan bawah tanah zionis, dari gerakan zionisme internasional, akan kita kunci. Bila sudah dikunci, berarti seluruh Eropa akan berada dalam genggaman tangan kita. Kita harus mempertajam ketegang¬an pemerintah dengan rakyat agar wi¬bawa pemerintah menjadi lemah dan rak¬yat pun tidak memiliki daya untuk ber¬tindak. Kemudian kita akan menguasai keduanya sesuai dengan tujuan kita. Kita harus memberi semangat agar para aktivis partai saling berebut kursi pemerintahan. Kita harus mampu me¬ningkatkan rasa benci dan dengki di ka¬langan buruh untuk meledakkan kemelut perekonomian. Sarana yang tepat untuk menciptakan situasi seperti itu adalah emas yang telah kita genggam. Kita harus menanamkan rasa benci di hati kaum buruh agar tetap bermusuh¬an dengan orang kaya sejak kecil. Untuk merealisasikan program itu kita tidak akan terbentur oleh bahaya, lantaran ma¬syarakat Kristen yang sudah lemah akan mudah dikuasai, terutama peme¬rintah yang akan membinasakan Yahudi dari muka bumi ini.

Protokolat ke-4
Gerakan Freemasonry akan melak¬sanakan tujuan-tujuan kita ini dan seba¬gai penghalang bagi siapa saja yang membongkar program kita. Gerakan kita akan mampu menghapus keyakinan ber¬tuhan di tengah masyarakat Kristen dan diganti dengan teori matematika dan teori relativitas. Kita harus berani mengarahkan orang-orang Kristen agar pikirannya hanya ke arah persaingan ekonomi dan industri. Situasi seperti itu diupayakan semakin tajam agar terwujud masyarakat yang individualistis. Sehingga mereka akan apatis terhadap perjalanan politik, aga¬ma, dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Mereka hanya menguras tenaga dan memeras otak demi mendapatkan harta, dengan demikian mereka bergelimang de¬ngan kehidupan materialisme dan meng¬abaikan ajaran agama. Paham liberal harus kita sebarkan ke seluruh dunia, agar pengertian tentang kebebas¬an itu benar-benar menimbulkan disin¬tegrasi dan menghancurkan masyarakat non-Yahudi. Maka industri harus dilan¬daskan atas dasar yang bersifat spe¬klultaif.

Protokolat ke-5
Kita harus mencemarkan nama pen¬deta dan ulama, agar keduanya dipan¬dang hina oleh gelandangan di pinggir jalan. Kita harus mampu membuka jalan agar kebobrokan mental manusia sema¬kin bertambah dan adat-istiadat menjadi porak-poranda, dengan demikian perpe¬cahan antar-kelompok masyarakat akan terjadi di mana-mana, segala kekuatan yang melawan Yahudi akan lenyap, se¬gala semangat akan luntur, akhirnya fak¬tor yang memberikan kemenangan ke¬pada pihak kita akan tampak. Kita harus mengendalikan masya¬rakat Kristen dalam kondisi yang sema¬kin rumit dan norma-norma sudah tidak di¬junjung tinggi oleh masyarakat. Sete¬lah itu mereka akan meminta kita me¬mimpin dalam memasuki gerakan dunia. Bila posisi ini diraih, seluruh kekuatan pe-merintahan di dunia akan mudah di¬arahkan. Dari sini akan terwujud pemerintahan internasional tertinggi yang kekuasa¬an¬nya meliputi seluruh dunia. Lembaga ini secara fungsional mempunyai peraturan yang berwibawa dan dipatuhi oleh se¬luruh umat manusia di dunia.

Protokolat ke-6
Kita harus mampu mengatur penim¬bunan kekayaan yang amat besar yang dimiliki oleh orang-orang non-Yahudi. Pe¬ngelolaannya harus dapat mengikis habis kekayaan itu secara berangsur-angsur. Kita harus menggunakan segala cara agar lembaga pemerintahan inter¬nasional memiliki daya popularitas yang tinggi sehingga dikenal oleh seluruh du¬nia. Diusahakan agar bangsa yang pa¬tuh kepada lembaga ini merasa mem¬peroleh perlindungan yang menjunjung tinggi harkat bangsanya. Sektor pertanian tidak boleh diabai¬kan, sebab tuan-tuan tanah bisa hidup merdeka dari genggaman tangan kita. Kita harus berjuang untuk membebas¬kan tanah itu dari pemiliknya, pajak dan biaya pengolahan tanah pertanian harus menanjak. Dengan demikian tuan tanah akan berpikir seribu kali untuk menanam lagi. Jika situasi seperti itu berjalan terus, mereka akan segera menjual tanah itu, kita harus berani memberikan semangat kepada masyarakat agar senang ber¬foya-foya dan malas. Tindakan ini akan mengakibatkan kebangkrutan bagi peru¬sahaan dan pabrik non-Yahudi. Kita harus membentuk persaingan tajam dalam perdagangan. Kita harus berani berusaha menaikkan gaji kaum bu¬ruh untuk menipu mereka. Dalam wak¬tu yang yang sama kita harus me¬naikkan harga barang-barang pokok dengan dalih hasil panen mengalami pe¬nurunan. Kita harus berani mendorong kaum buruh untuk menenggak minuman keras agar produksi pabrik menurun drastis.

Protokolat ke-7
Kita harus berani mendorong masya¬rakat Eropa dan selalu membantu me¬nyebarkan isu buruk dan berbau per¬musuhan dengan penduduk yang tinggal di benua lain. Kebijakan ini akan mem¬beri dua keuntungan bagi kita. Sebab mereka mengetahui bahwa kita mampu melahirkan revolusi atau membuat pera¬turan sesuai dengan kehendak mereka. Bila ada pemerintah yang ingin meng¬hambat tujuan kita, diupayakan negara tetangganya merasa terancam, maka akan mengakibatkan peperangan dua negara. Apabila dua negara bersatu un¬tuk menghancurkan kita, kita harus be¬rani menyatakan perang dunia. Agar segala rencana dapat dicapai, kita harus mampu membentuk opini masyarakat dunia. Tampaknya hal itu mudah dicapai karena sarana yang pa¬ling efektif sudah kita kuasai, yaitu pers, yang setiap hari terbit dengan oplah yang besar. Untuk menunjukkan kekuatan kita, salah satu negara harus diserbu dengan gerakan teroris dan tindakan-tindakan keji. Jika bangsa lain mengetahui ke¬kuatan kita, Yahudi akan ditakuti oleh seluruh bangsa. Jika ada bangsa yang ingin melawan kita, akan kita gempur dengan senjata buatan Amerika dan buatan negara lain yang menjadi sekutu kita.

Protokolat ke-8
Pemerintah kita harus memahami bahwa kebudayaan suatu bangsa mem¬punyai peran yang amat penting. Peme¬rintah harus mampu menghimpun orang-orang senior, seperti pengarang, ahli hu¬kum, eksekutif, politisi, yang akan di¬tempa dengan doktrin Yahudi. Pemerintah harus menguasai sar¬jana ekonomi yang mengerti wawasan politik, karena politisi yang ekonom me¬megang peranan penting dalam per¬juangan kita. Kita berusaha agar kursi kekuasaan diduduki oleh orang-orang yang tidak di¬segani oleh masyarakat. Minimal orang itu mempunyai perangai yang kurang baik sehingga rakyat akan mudah marah kepadanya sehingga keduanya akan mudah kita kuasai.

Protokolat ke-9
Kita harus menguasai pejabat-pe¬jabat non-Yahudi yang mengatur admi¬nistrasi untuk dirombak sebagaimana yang kita harapkan, selain itu kita juga harus dapat menempatkan orang-orang kita dalam lembaga pengatur negara, kita berusaha agar pengelolaan suatu negara berjalan timpang. Kita harus mampu mengarahkan misi surat kabar, di samping menguasai departemen pendidikan, karena pendi¬dik¬an merupakan tonggak terpenting da¬lam kehidupan yang merdeka. Aktivitas kita harus mampu menodai masa depan generasi mendatang dan mencemari generasi sekarang. Kita ha¬rus memberi pelajaran pada generasi masa kini dengan pandangan-pan¬dang¬an yang mengandung unsur merusak citra bangsa. Jika terjadi hal yang diluar rencana kita, kita sudah mempersiapkan diri de¬ngan kekuatan militer dan alat-alat tem¬pur yang canggih. Pada suatu saat nanti kita akan menyerbu dengan kekuatan yang mampu menggetarkan lawan yang menghadapi kita. Untuk menghadapi perlawanan semacam itu, kita mem¬per¬siapkan terowongan di bawah tanah yang akan digunakan untuk meledakkan seluruh kota di dunia, termasuk doku¬men-dokumen akan hangus.

Protokolat ke-10
www.majalah-alkisah.com Kita harus memecah belah keluarga non-Yahudi dan menghapus adat-istia¬dat serta kebudayaan mereka, kita harus berusaha agar sarjana dan cendekiawan bergabung dengan barisan kita. Kita harus dapat mendirikan pemerinthahan otokrasi yang mudah diatur dan sesuai tujuan kita. Hal itu bisa dijangkau apabila seluruh lembaga eksekutif, legislatif, maupun yudikatif dipegang oleh orang-orang yang mau menerima uang siluman. Ke¬pemimpinan tertinggi akan dipegang oleh agen-agen kita yang mampu men¬jalankan perintah sesuai dengan tujuan kita.

Protokolat ke-11
Tuhan telah menghendaki keturunan Israel sebagai petualang dunia yang hidup di berbagai negara. Itu kelemahan Israel, tapi hal itu harus dimanfaatkan un¬tuk memperkokoh posisi kita dan di¬jadi¬kan singgasana emas untuk menduduki singgasana dunia. Pesta-pesta yang di-adakan gerakan Freemasonry merupa¬kan tempat komunikasi antara kelom¬pok-kelompok kita. Kita bagaikan srigala dan orang non-Yahudi seperti biri-biri. Bila srigala me¬masuki kandang biri-biri, biri-biri hanya bisa memejamkan mata menerima nasib malangnya.

Protokolat ke-12
Dominasi kita harus merambah surat kabar yang membawa misi partai. Selain itu kita juga harus mampu mengontrol be¬rita sebelum diedarkan, agar mereka tidak mengungkapkan misi kita. Segala berita radio harus melalui pengawasan kita. Buku-buku berbobot harus dikenai pajak yang tinggi, agar sarjana-sarjana enggan menulis buku. Perusahaan surat kabar akan kita beli untuk mengimbangi surat kabar in¬de¬penden yang lepas dari genggaman kita. 

Protokolat ke-13 
Kita harus menghambat segala yang mengetengahkan yang benar, kita harus berusaha agar opini umum tidak menge¬tahui permasalahan yang benar. Hal itu bisa dihambat dengan berita lain di surat kabar. Agen-agen kita yang menangani sektor penerbitan akan mampu melaku¬kan hal itu, pandangan masyarkat harus dialihkan kepada hiburan, seni, dan olah¬raga.

Protokolat ke-14
Diusahakan di dunia ini hanya ada satu agama, yaitu agama Yahudi (mater¬liasme), segala keyakinan lain harus di¬kikis habis. Kalau zaman sekarang ba¬nyak manusia yang menyimpang dari agama itu, yang untung Yahudi. Di masa yang akan datang, masyarakat dunia akan berduyun-duyun memasuki agama Musa, yang menundukkan mereka ber¬ada di bawah telapak kaki Yahudi. Pada saat itu segala kritikan hanya ditujukan kepada agama selain Yahudi. Segala karya tulis yang mengkritik agama kita tidak akan diperkenankan terbit dan ter¬sebar di masyarakat, kita terus menye¬barluaskan tulisan picisan di masyarakat dunia.

Protokolat ke-15
Agen-agen rahasia kita harus dise¬bar ke seluruh dunia. Mereka adalah ang¬gota organisasi di bawah tanah dan gerakan Freemasonry. Bila bisa berjalan de¬ngan baik, kita akan mempunyai polisi rahasia yang bergerak ke seluruh pen¬juru dunia. Dari mereka kita mendapat¬kan data-data akurat untuk mengatur segala persoalan yang penting. Kita harus sering mengadakan per¬temuan Freemasonry sebelum meme¬gang kekuasaan yang sempurna. Sete¬lah berkuasa, kita akan mampu memus¬nahkan semua gerakan non-Yahudi de-ngan cara licin sehingga orang tidak akan menyalahkan kita.

Protokolat ke-16
Kita harus berani tampil di tengah masyarakat dan berjuang memimpin universitas yang ada sekarang. Setelah itu penulisan sejarah akan kita tinjau kem¬bali dengan membuang sejarah yang menghujat nama bangsa Yahudi. Kritikan dari orang-orang non-Yahudi tidak begitu berbahaya, tetapi yang perlu diwaspadai adalah pendidikan dengan kurikulum mereka sendiri, maka pendi¬dikan semacam itu harus dilenyapkan. Bila tidak mampu, ia harus dikucilkan dari masyarakat, segala hal yang ber¬hubungan dengan kemerdekaan ber¬pen¬dapat harus dilenyapkan, walau slo¬gan itu pernah kita gunakan untuk me-raih tujuan.

Protokolat ke-17
Kita selalu dituntut untuk mence¬mar¬kan nama baik pendeta dan ulama non-Yahudi agar mereka terhina di mata rak¬yat. Dengan usaha itu kita dapat mengu¬rangi misi perjalanan mereka mengham¬bat perjuangan kita.

Protokolat ke-18
Di saat polisi menjaga keamanan dengan ketat, kita harus mampu mem¬buat kerusakan dan keonaran, kemudi¬an para penceramah diorganisir untuk menenangkan keadaan yang genting. Di saat itu kita mampu memberikan jalan keluar sehingga masyarakat bersimpati kepada kita.
Protokolat ke-19
Politisi yang kita tangkap diusahakan tidak dianggap sebagai pahlawan, tetapi martabat mereka kita samakan dengan penyamun, pencoleng, pembunuh, dan narapidana berat lainnya. Usahakan masyarakat menyamakan narapidana politik dengan kriminal, agar masyarakat menilai jelek para politisi.

Protokolat ke-20
Kita harus berusaha agar bantuan (utang) luar negeri seakan-akan bantuan dalam negeri, agar kekayaan negara yang berutang akan terus mengalir ke per¬bendaharaan kita. Akal hewan bang¬sa non-Yahudi tidak akan mengerti bah¬wa utang kepada negara kapitalis akan menguras kekayaan negaranya sendiri. Sebab, bunga utang itu akan diambil dari hasil bumi negaranya atau masukan keuangan lainnya. Sekarang kita telah menguasai kekayaan dunia dengan jalan memegang saham surat-surat ber¬harga lainnya. Kita akan membentuk pemerintahan yang banyak utang agar terus membutuhkan bantuan dari bank kita sehingga pemerintahan negaranya akan tergenggam oleh kaum kapitalis.

Protokolat ke-21
Kita akan mendukung pemerintah di seluruh dunia dengan sejumlah ahli di bidang ekonomi. Itulah sebabnya, ilmu pengetahuan ekonomi merupakan ilmu utama yang diajarkan oleh orang Yahudi. Kita akan dibantu oleh bankir, indus¬trialis, kaum yang bermodal, dan teru¬tama para miliuner, yang tak terhitung banyaknya. Karena sesuatu dihitung dengan angka yang pasti.

Protokolat ke-22
Emas selalu memegang peranan penting dan kita sekarang telah mele¬watinya dengan melalui beberapa usaha yang lama dan telah melintasi beberapa generasi. Oleh karena itu senjata ini ha¬rus mampu memainkan peranannya un¬tuk menggapai tujuan kita dalam rangka menguasai dunia Untuk membentuk perdamaian di atas planet ini, kita perlu menggunakan sedikit kekerasan, yang semuanya dapat dilaksanakan di bawah panji-panji zionisme.

Protokolat ke-23
Mula-mula yang kita lakukan untuk memperkokoh kekuatan kerajaan kita ada¬lah kita harus melenyapkan yayasan dan organisasi yang dulu bergerak untuk membela kita. Sebab, bila dibiarkan, akan membahayakan kerajaan kita. Kerajaan Israel akan menjadi kokoh atas kehendak Tuhan. Langkah pertama untuk menegakkan kerajaan itu adalah membasmi pikiran orang yang tidak ber¬wawasan luas. Walaupun mereka dulu pernah dipakai sebagai tangga untuk mencapai tujuan kita yang mulia.

Protokolat ke-24
Orang yang mengatur kerajaan kita harus dari keturunan David di samping tokoh-tokoh dari zionis. Orang tersebut harus memiliki otak cemerlang, mampu mengendalikan hawa nafsunya, bisa bergaul dengan rakyat, bersih dari noda, berani berkorban untuk memenangkan kepentingan Yahudi, lambang kejayaan, tangguh, dan kharismatis. Sumber : (majalah-alkisah. com)

Rabu, 26 November 2014

Ikrar Cinta Para Kekasih



Kepada Engkau yang tak henti menebarkan cinta dan kerinduan,
Kepada Engkau yang tak henti menghangatkan bongkahan es bernama hati,
Kepada Engkau yang senantiasa memberi maaf atas segala kesalahan yang sengaja maupun yang tak pernah disadari. Kepada saudara-saudaraku, sahabat-sahabatku, Ayolah! Ayolah, kita istirah sejenak dari gegap gempita pesta-pesta kehidupan untuk berdiam sunyi merenungi diri, apa sesungguhnya pesan yang ingin disampaikan dari segala peristiwa hidup yang kita alami ini. Dari segala carut-marut masalah yang tak henti datang silih berganti. Kita begitu cepat mengeluarkan airmata dan tak lama untuk menikmati sebuah senyuman. Kita sepertinya begitu bangga mengumbar amarah, dendam, kebencian, dan kesombongan, namun begitu susah untuk menerima segala kesalahan. Kerelaan-kerelaan untuk memberi maaf, seperti susahnya mencari jarum di ruang gelap yang begitu pekat. Saudara-saudaraku, sahabat-sahabat terindahku baik di meja-meja diskusi, di panggung-panggung pementasan, di pinggir-pinggir jalan, di pusat-pusat perbelanjaan, di pusat-pusat ibadah, di kantor-kantor mewah, di dewan-dewan dan majelis, dan di pusat-pusat pemerintahan. Kebencian dan cinta datang silih berganti—bersindikat. Muncul berkelebat-kelebat, cepat, rebut-unggul, tumpang tindih, dan mencengkeram kuat di dalam ruang gelap bernama hati. Sungguh, mungkin kita telah dibutakan, mungkin kita telah dibisukan, mungkin kita telah ditulikan. Kita tak pernah menyadari, bahwa sebenarnya kita terlalu pekat menorehkan warna hitam di sebongkah daging bernama hati. Saudara-saudaraku, sedulur-seduluku, ikrar cinta para kekasih, selayaknya kita dendangan bersama. Kita satukan dalam satu tarikan nafas kerelaan, kesadaran, dan keikhlasan. Kita satukan ikrar cinta dalam satu gelas air kesungguhan—ketotalitasan. Ikrar cinta para kekasih, selayaknya kita kumandangkan untuk bisa memahami, sungguh bermaknanya keindahan kebersamaan, keindahan berbagi, keindahan saling menghargai, dan keindahan saling memiliki. Tidakkah kau pernah menyadari, sedulurku semua, baik di kota-kota besar, di pinggir-pinggir pantai, di pucuk-pucuk gunung, bagaimana cinta para kekasih memberikan kedamaian diri, kemaslahatan umat, bermasyarakat, beragama, dan juga kedamaian semesta.

Jumat, 12 September 2014

Tragedi Cinta Selfi

Selvi memandang dari jendela kamar dan melamun berharap pelangi muncul setelah hujan lebat. Dari arah jendela Selvi melihat seorang pria berteduh di depan rumahnya. Ia masih memperhatikan pria itu dengan sebuah tas gitar yang ia lindungi lebih berharga darinya. Akhirnya hatinya ibah dan keluar dari rumah dengan sebuah payung. Ia mendekati pria itu dan membuka pintu gerbang. “Masuk yuk, daripada kehujanan.” tawar Selvi. “Yakin ga’ papa!!” ujar pria itu sopan. “Serius. Di rumah ini aku tinggal sendiri. Ayo!!!”. Pria itu memarkirkan motornya di halaman rumah Selvi yang sederhana. Kemudian Selvi mengajaknya duduk teras rumahnya. Selvi mengambilkan sebuah handuk kering untuk mengeringkan sisa-sisa hujan untuk pria itu.

Namun pria itu lebih memilih membersihkan gitarnya daripada dirinya. Selvi hanya tersenyum memperhatikan tingkah pria berkulit putih dan bermata sipit tersebut. “Kok gitarnya dulu yang di keringkan. Bukannya kamu??” “Iya ga’ papa. Ini nyawa pertamaku. Jadi penting juga!” “Emang gitar itu buat apa??” “Saya Thomas. Saya seorang gitaris band amatiran namanya Superband.” “Wah pantesan. Dengar-dengar seorang pemusik menganggap alat musik sebagai nyawanya. Aku pikir tadinya cuma rumor dan ternyata benar!” “Hehe. Gitulah. .. Emang kamu bisa main alat musik juga?” “Hm..” Selvi terdiam menatap gitar pria tersebut. “Sedikit bisa main piano, dulu sempat les tapi sekarang udah bodoh kali, tapi kalau gitar emang ga’ bisa. Pengen belajar tapi ga’ ada waktu, sibuk untuk kuliah.” “Oo gitu… Emangnya kamu kuliah dimana?” “STIKOM dekat sini. Bukan asli dari kota ini. Rumah ini kontrak, Jangan heran kalau aku tinggal sendiri di rumah ini!” “Hahaha,, gitu…!”

Selvi menawarkan secangkir teh hangat kepada pria itu. Thomas tersanjung dengan kebaikan gadis itu. Hujan mulai reda. Thomas segera ke café tempat ia bekerja dan pamit kepada Selvi. Selvi senang berkenalan dengan pria itu. “Terima kasih tempat buat aku berteduh, jasa kamu pasti aku balas kelak” “Idih… Pemusik emang romantis kata-katanya. Hmm… bagaimana kalau kamu ajarin aku main gitar!!” “Benar… dengan senang hati aku mau ajarin kamu. Kalau aku sempat pasti aku ajarin kamu.” “Baiklah kalau begitu!”. Perkenalan itu menjadi awal kedekatan mereka.

Thomas benar-benar menemui Selvi untuk mengajarkan Selvi bermain gitar dari nol hingga mulai menarik petikan nada dari gitar klasik yang dipinjamkan oleh Thomas. Selvi mulai menyukai musik sejak itu. Ia selalu menantikan guru les gitar barunya tersebut setiap kesempatan waktu yang ada. Setelah latihan beberapa kali, Thomas juga melihat sebuah potensi besar dari suara yang dimiliki oleh Selvi. Kebetulan vocalis di bandnya memutuskan mundur untuk mencari peluang kerja yang lebih baik. Selvi sempat ragu. Namun karena dorongan yang diberikan Thomas membuat ia berani menyatakan dirinya bersedia. Ternyata, pilihan Thomas kepada Selvi tidak salah. Band mereka mulai banyak menarik minat café-café untuk memberikan porsi konser kepada mereka.

Selvi mulai giat menjadi vocalis dan membuat kuliahnya terbengkalai. Ada hal lain yang ia sembunyikan dalam kebersamaan bandnya. Ia mulai jatuh cinta pada Thomas. Namun Thomas selalu menegaskan kepada seluruh tim untuk menggapai cita-cita mereka dahulu menjadi band sukses ketimpang mengurusi urusan pribadi mereka termasuk cinta. Kebesaran nama band mereka belum cukup untuk membuat band tersebut masuk dalam dapur rekaman. Beberapa kali di tolak oleh pengusaha rekaman da membuat Thomas putus asa. Disaat itulah Selvi selalu memberi dorongan. Cinta antara mereka tak dapat disembunyikan. Sejak itu mereka menjadi sepasang kekasih. Seiring mimpi mereka menjadi band sukses, diikuti kisah cinta mereka yang begitu indah. Mereka mengubah nama bandnya menjadi APPLE. Dengan tambahan dua orang yang awalnya hanya bertiga. Kini mereka berjumlah lima orang termasuk Selvi, Thomas, Gerry, Nita dan Hendra. Dua anggota baru adalah dua bersaudara Nita dan Hendra yang mempunyai kemampuan biola (Nita) dan piano (Hendra). Mereka menginginkan band mereka sukses dan saat itu juga ada audisi konser di kota mereka.

Gerry dan Thomas adalah sahabat dekat yang selalu bersama sejak kecil. Namun Gerry memiliki kebiasaan buruk sehingga memiliki beberapa musuh yang selalu datang untuk mengajaknya berkelahi. Ketika itu Gerri berdebat dengan salah satu anggota band yang terlihat iri dengan kesuksesan band Apple.

Selvi mulai mahir menciptakan lagu dengan gitar. Ia mulai sering bolos kuliah. Ia rela melakukan semua itu demi cita-cita dan mimpinya bersama sang kekasih. Hubungan mereka begitu dekat dan sulit untuk dipisahkan.

Band merekan tiba untuk melakukan audisi dan lolos ke final yang bersaing dengan band yang saat itu membuat keributan dengan Gerry. Mereka telah siap di hari final dan saat itu Selvi sedang ujian di kuliahnya. Ia memutuskan berangkat sendiri dengan taksi menuju tempat audisi setelah ujian usai. Sedangkan Thomas dan Gerry pergi bersama begitu juga Nita dan Hendra. Sesampai disana Selvi, Nita dan Hendra menunggu Thomas dan Gerry. Sedangkan band mereka sebentar lagi audisi. Selvi menghubungi Thomas dan Gerry namun tak dapat di hubungi. Mereka mulai cemas dan akhirnya Gerri menghubungi Selvi. Gerry mengatakan kalau mereka ada suatu urusan dan menyuruh Selvi untuk melakukan audisinya bertiga. Sekarang mereka bertiga berjuang untuk band mereka.

Audisi berakhir dan Selvi membawa keberhasilan. Selvi menghubungi Gerry. “Gerry, kita juara. Kita bisa jadi band dapur rekaman.” “Selamat ya. Sel, Thomas kritis. Dia dirawat di rumah sakit. Ayo, cepatan ke sini.” “Kamu ga’ bercandakan Ger?” “Ngga’, cepatan kesini.” Selvi mulai cemas dan gelisah. Sesampai di rumah sakit ia menemui Gerry dengan luka di kepalanya. Di UGD dia melihat Thomas terbaring dengan alat bantu pernafasan. Ia menerobos ruang itu dan berteriak keras. Suster dan dokter memisahkan gadis itu. Selvi bertanya kepada Gerry. “Kenapa bisa begini?” “Maafkan aku Sel. Ini salah aku. Andai aku tidak buat keributan, dia tak akan seperti ini. Dia tertusuk pisau saat dia menolong aku dari perkelahian itu.” Kemudian dokter keluar dari ruang UGD dan mengatakan pasien telah meninggal. Selvi menerobos pintu UGD dan berteriak sekeras-kerasnya. “Thom, jangan tinggalkan aku.”

Cinta mereka berakhir sebagai kenangan. Selvi tak bisa melupakan kenangan mereka berdua. Ia melihat gitar yang diberikan Thomas sebagai bagian hidup Thomas yang tersisa. Selvi memetik gitar dan akhirnya menciptakan sebuah lagu yang indah. Kemudian Selvi mempunyai semangat untuk bernyanyi. Saat itu band mereka menyanyikan lagu yang dibuat Selvi. Selvi mulai membuka kata-kata terakhirnya, “Lagu ini aku persembahkan untuk orang yang ku cintai yang telah pergi untuk selamanya.” Seorang pengusaha jatuh cinta pada lagu itu dan membuat band mereka sukses. Usai konser Selvi pulang karena kelelahan. Saat teman-temannya datang ke rumah Selvi mereka menemui Selvi dengan tetesan darah dan selembar lirik lagu untuk persembahan terakhir hidupnya. Lagu tersebut kemudian sukses dan menyisakan pilu yang amat dalam.

Selasa, 26 Agustus 2014

Pergerakan Mahasiswa

Mahasiswa adalah kelompok paling dinamis dalam masyarakat dan teramat peka terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat. Apalagi mengenai kebebasan dan keadilan, mahasiswa biasanya bersifat kurang sabar. Karena mereka pembawa panji idealisme dan pembaharuan. Dengan pendidikan serta pengetahuan , kemampuan “ bervisi “ dan “ berasa “ terhadap masa depan, mereka tak bisa melepaskan diri dari tanggung jawab hari depan bangsa dan hari depan dirinya sendiri. emosi, akal dan nalurinya lebih terarah kepada masa depan. Dengan pelbagai cara mereka akan melibatkan diri dalam proses-proses perubahan masyarakat dan Negara, baik dalam gerakan-gerakan pendobrak maupun kontrol sosial. Mereka akan tetap bergerak, baik didalam maupun diluar kampus mereka sendiri Kelompok pemuda terpelajar yang tergabung dalam gerakan mahasiswa dengan kualitas yang lebih tinggi dibidang kelimuan. Dengan kesadaran dan loyalitas melihat kondisi sekitarnya akan timbul keprihatinan dan menimbulkan perubahan. Pada keadaan inilah golongan masyarakat ini akan menjadi kekuatan yang mampu menggerakan elemen-elemen lain dalam sistem politik Indonesia. Gerakan yang dilakukan di kampus maupun di luar kampus akan menjadi ancaman serius bagi pemerintah yang melakukan penyimpangan dari amanat aspirasi rakyat. Francoise Raillon (1989: 3-4) menjelaskan konsepsi generasi lebih ber orientasi pada kesatuan umur dan dan mereka mempunyai kesamaan cita-cita dalam menunaikan sebuah peranan yang sangat menentukan pada saat-asat terpenting dalam sejarah Indonesia. Tokoh-tokoh mahasiswa angkatan ’45 yang akhirnya menjadi pemimpin setelah era kemerdekaan. Ini merupakan bukti bahwa mahasiswa yang nanti akan menjadi penerus pembangunan. Setelah berahirnya era mahasiswa angkatan ’45 (karena telah berganti fungsi menjadi penguasa politik) maka harus muncul generasi baru yang menjadi penontrol pemerintahan yang berkuasa.