Selasa, 26 Agustus 2014

Pergerakan Mahasiswa

Mahasiswa adalah kelompok paling dinamis dalam masyarakat dan teramat peka terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat. Apalagi mengenai kebebasan dan keadilan, mahasiswa biasanya bersifat kurang sabar. Karena mereka pembawa panji idealisme dan pembaharuan. Dengan pendidikan serta pengetahuan , kemampuan “ bervisi “ dan “ berasa “ terhadap masa depan, mereka tak bisa melepaskan diri dari tanggung jawab hari depan bangsa dan hari depan dirinya sendiri. emosi, akal dan nalurinya lebih terarah kepada masa depan. Dengan pelbagai cara mereka akan melibatkan diri dalam proses-proses perubahan masyarakat dan Negara, baik dalam gerakan-gerakan pendobrak maupun kontrol sosial. Mereka akan tetap bergerak, baik didalam maupun diluar kampus mereka sendiri Kelompok pemuda terpelajar yang tergabung dalam gerakan mahasiswa dengan kualitas yang lebih tinggi dibidang kelimuan. Dengan kesadaran dan loyalitas melihat kondisi sekitarnya akan timbul keprihatinan dan menimbulkan perubahan. Pada keadaan inilah golongan masyarakat ini akan menjadi kekuatan yang mampu menggerakan elemen-elemen lain dalam sistem politik Indonesia. Gerakan yang dilakukan di kampus maupun di luar kampus akan menjadi ancaman serius bagi pemerintah yang melakukan penyimpangan dari amanat aspirasi rakyat. Francoise Raillon (1989: 3-4) menjelaskan konsepsi generasi lebih ber orientasi pada kesatuan umur dan dan mereka mempunyai kesamaan cita-cita dalam menunaikan sebuah peranan yang sangat menentukan pada saat-asat terpenting dalam sejarah Indonesia. Tokoh-tokoh mahasiswa angkatan ’45 yang akhirnya menjadi pemimpin setelah era kemerdekaan. Ini merupakan bukti bahwa mahasiswa yang nanti akan menjadi penerus pembangunan. Setelah berahirnya era mahasiswa angkatan ’45 (karena telah berganti fungsi menjadi penguasa politik) maka harus muncul generasi baru yang menjadi penontrol pemerintahan yang berkuasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar